Hasil Limbah Metabolime

Beberapa zat sisa yang bersifat racun (toksik) bagi tubuh antara lain adalah limbah yang mengandung nitrogen. Nitrogen ini dihasilkan ketika makanan di rombak menjadi karbohidrat dan lemak. Sebagian lagi dihasilkan ketika makanan di rombak menjadi energi. Produk nitrogen itu adalah amonia yang bersifat sangat toksik. Beberapa hewan merubah amonia menjadi urea atau asam urat yang kurang toksik terlebih dahulu sebelum di keluarkan dari tubuh.

1. Amonia Amonia adalah hasil deaminasi yang terjadi tertama dalam hati, dan bersifat sangat beracun. Jika amonia tertimbun dalam tubuh akan berakibat fatal. Oleh karena itu amonia harus segera diubah dengan cara memakainya dalam aminasi asam keto, aminasi asam glutamat, serta pembentukan urea. Pada mamalia, amonia terutama berasal dari deaminasi glutamin pada ginjal. Pembentukan amonia pada tubulus ginjal sangat penting untuk keseimbangan asam basa.

.

2. Urea Urea berasal dari bahan organik tertentu seperti asam amino dan purin. Pembentukan urea terjadi di hati. Sistem sirkulasi kemudian akan membawa urea ke organ eksresi, yaitu ginjal. Urea sangat mudah larut dalam air dan sifat racunnya 100.000 kali lebih kecil daripada amonia. Pembentukan urea berasal dari ornitin, sitrulin, dan arginin yang disebut daur ornitin.

Daur ornitin
Langkah-langkah pembentukan urea:
  • Sitrulin dibentuk dengan penambahan CO2 dan amonia pada ornitin. CO2 dan amonia berasal dari karbamilfosfat. Karbamilfosfat berasal dari CO2 dan amonia, dan membutuhkan energi dari ATP.
  • Dari sitrulin akan terbentuk arginin dalam dua langkah intermediet. Langkah pertama, sitrulin dan aspartat membentuk arginosuksinat yang memerlukan ATP dan ion Mg. Pada tahap kedua terbentuk arginin dari arginosuksinat.

3. Asam urat Asam urat pada manusia berasal dari pemecahan asam nukleat. Asam urat tidak diperlukan oleh tubuh. Asam urat bersifat tidak larut. Pada beberapa orang, konsentrasi asam urat sangat tinggi sehingga asam urat mengendap. Kristal asam urat berbentuk seperti jarum. Jika asam urat terhimpun dalam persendia, akan timbul rasa nyeri. Penyakit asam urat di kenal sebagai “gout” batu ginjal. Lihat rumus asam urat berikut:

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN

   Pertumbuhan adalah proses pertambahan volume yang irreversible (tidak dapat kembali)karena adanya pembelahan mitosis atau pembesaran sel dan dapat pula disebabkan oleh keduanya. Pertumbuhan dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif, contohnya petumbuhan batang tanaman dapat diukur dengan busur pertumbuhan atau Auksanometer.(Pratiwi, 2006)
    Perkembangan adalah terspesialisasinya sel-sel menjadi struktur dan fungsi=fungsi tertentu. Perkembangan tidak dapat dinyatakan dengan ukuran, tapi dapat dinyatakan dengan perubahan bentuk dan tingkat kedewasaan.(Pratiwi, 2006)
Perkembangan awal suatu tumbuhan secara garis besar melalui tiga tahap, yaitu pembelahan sel, morfogenesis, dan differensiasi seluler.
  1. Pembelahan sel,
  2. Morfogenesis (perkembangan bentuk)
  3. Differensiasi seluler
Tumbuhan bertambah tinggi dan besar disebabkan dua hal berikut.
  1. Pertambahan jumlah sel sebagai hasil pembelahan mitosis pada meristem (titik tumbuh)primer dan skunder.
  2. pertambahan komponen-komponen seluler dan adanya differensiasi sel. misalnya penyerapan air kedalam vakuola yang menyebabkan sel membesar dan sel terbentuk jaringan, organ, dan individu melalui differensiasi sel dan/atau spesialisasi.
Fase Pertumbuhan Tumbuhan:
  1. Perkecambahan
  2. Pertumbuhan dan Perkembangan Organ
Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan:
  1. Faktor luar, Seperti makanan, air, suhu, kelembapan, cahaya
  2. Faktor dalam, Seperti gen dan hormon,