Home » » Crinoidea

Crinoidea


Crinoidea biasanya hidup di laut yang dalam (±3.648 m). Hidupnya dengan cara menempel di dasar laut, di barisan koral, atau membentuk taman laut. Jenis yang sekarang masih ada misalnya Antedon sp. warna hewan ini sangat bervariasi, misalnya putih seperti berlian, kuning, hijau dan cokelat. Biasanya hewan ini hidup melekat pada batu karang dengan tangkai atau menggunakan alat pencengkram (siri) apabila tidak mempunyai tangkai.
     Bentuk tubuhnya bisa menyerupai bunga lili, bunga bakung atau bulu burung. Tubuhnya tersusun dari lempeng kapur dan berbentuk cangkir (kaliks). Dari kaliks ini tersembul lima lengan lentur, misalnya pada lili air (Metacrinus) dan yang berenang bebas (Antedon sp.). hewan ini memiliki bagian tentakel pendek dan masing-masing memiliki pinula sehingga seperti bulu burung (daun bersirip). Beberapa jenis lili laut memiliki tangkai sebagai alat perekat sehingga bentuknya seperti sebuah pohon yang terdiri dari batang dan akar. Sebagian lili laut lain tidak memilikinya, misalnya Bulu bintang (Antedon tanella) bulu bintang tidak bertangkai, tetapi memiliki sirus untuk memgang suatu objek. Mulut dan anus hewan ini terletak bersebelahan; mulut di daerah oral, sedangkan anus di daerah aboral. Anus sering berupa tonjolan seperti kerucut. Lekukan ambulakral lili laut di oral di tandai garis bersilia berisi tentakel seperti kaki buluh dan tidak memiliki madreporit. Contoh spesies yang bertangkai, Metacrinus interruptus dan yang tidak bertangkai Antedon tanella.
Metacrinus. sumber gambar: http://www.nova.edu/ocean/messing/crinoids/1%20Web%20page%20intro_files/image008.jpg
Antedon Sp. sumber gambar: http://www.habitas.org.uk/marinelife/echinode/dsc_2511s.jpg



Sistem Organ dalam Tubuh Crinoidea.
Sistem Organ
Keterangan
Sistem saraf
Sistem saraf terletak di daerah aboral. Pusat saraf berbentuk cincin yang bercabang ke lengan.
Sistem reproduksi
Reproduksi dapat terjadi secara seksual dan aseksual. Reproduksi aseksual dengan regenerasi bagian tubuh. Reproduksi seksual dengan fertilisasi eksternal. Crinoidea bersifat diesis. Rongga tubuhnya sempit dan memiliki gonad yang terdapat dalam pinula. Beberapa crinoidea melepas telur ke air, tetapi ada juga yang menahannya hingga menetas di pinula.
Hasil pembuahan tumbuh menjadi larva muda yang belum mempunyai mulut. Setelah beberapa hari larva akan lepas dari pinula dan menempel di dasar laut lalu mengalami pertumbuhan menjadi kaliks dengan lengan. Jika kaliks hilang akan segera di perbaharui. Karena daya regenerasi yang tinggi.

Bagian-bagian tubuh crinoidea.
http://3.bp.blogspot.com/-1GUzP74r9d0/UJZ8g8gIi1I/AAAAAAAAEP8/nNRWV0-aEg0/s1600/Crinoidea+_+lilia+laut.jpg


2 komentar: